AKU MENYESAL MENJADI WARGA PATUNGAN

Hampir 2 tahun aku menjadi warga PATUNGAN (IPA SATU MENANGAN). Tawa,canda bahkan tangisan pernah aku lihat dan aku rasakan selama itu. Awalnya aku bahagia menjadi warga PATUNGAN. Awalnya aku bangga menjadi warga PATUNGAN. Aku sayang pada teman – teman kelasku, bahkan aku pernah terlibat “cinlok” di kelas ini. 2 tahun iu mungkin menjadi awal penyesalanku.
Telah banyak kenangan yang kami torehkan bersama – sama di kelas ini. Kebersamaan yang kami hadirkan. Kasih sayang yang kami tanam. Harapan yang kami ungkapkan. Semua itu tak akan pernah kami lupakan. Dan semua itu tak akan pernah terulang untuk kedua kalinya.
Tinggal 1bulan kami bersama. Tinggal 1bulan tawa itu akan akan aku lihat. Mungkin 1bulan ini adalah bulan – bulan terakhirku bersama PATUNGAN. Karena aku tidak pernah tahu kapan hidupku akan berakhir.
Mungkin sebentar lagi aku tak akan pernah mendengar lelucon – lelucon yang biasa kami lontarkan. Mungkin sebentar lagi aku tak akan mendengar nama – nama seperti “tom”,”bob”,”soddik”,”owob”,”dodoy”,”dengok”,”paul” dan nama – nama yang lainnya. Mungkin aku tak akan pernah melihat Dona & Leny yang sakit di kelas. Mungkin aku juga tak pernah lagi melihat sahabatku “ndut” yang selalu tertawa ketik menceritakan adik – adiknya.
Masa ini akan segera berakhir…
Masa – masa SMA yang indah…
Kenakalan – kenakalan yang wajar dialami bocah – bocah SMA…
Sebentar lagi semua berakhir…
Tapi, sebelum semuanya berakhir, ijinkan aku untuk mengungkapkan sesuatu yang selama ini ada dalam benakku…
Tahukah kalian wahai warga PATUNGAN…
Selama hampir 2 tahun ini aku memendam rasa benci pada kalian. Selama 2 tahun ini aku menyesal menjadi warga PATUNGAN…
Silahkan kalian membenciku. Karena aku pun benci pada kalian…
Sebelum aku ungkap semuanya, ijinkan aku menyajikan lirik – lirik ini. Baca dan cermati!!!

Nyawa Hidupku

angin malam berhembus
lirih dingin menyapa
coba merasakan
semilir kehadiranmu

Tuhan kutanya cinta
kemana arah dan tujuannya
bila memang berpisah
mengapa maut yg pisahkan


aku memujimu hingga jauh
terdengar syahdu ke angkasa
rintihan hatiku memanggilmu
dapatkah kau mendengar
nyawa hidupku

runtuh jiwa ragaku
hancur berkeping-keping
tangan dan kaki tiada
berpijak di bumi lagi

kau menelanjangi diriku selalu
lewat indahnya peluk kasih
merangkul kalbu yg membelenggu
dan kini tinggalkanku

 

Semua Tentang Kita

waktu terasa semakin kelabu
tinggalkan cerita tentang kita
akan tiada lagi kini tawamu
tuk hapuskan semua sepi di hati

ada cerita tentang aku dan dia
dan kita bersama saat dulu kala
ada cerita tentang masa yang indah
saat kita berduka, saat kita tertawa

teringat di saat kita tertawa bersama
ceritakan semua tentang kita

 

 

Sebuah Kisah Klasik

 

Jabat tangan ku, mungkin untuk yang terakhir kali
Kita ber-bincang, tentang memori di masa itu
Peluk tubuhku, usapkan juga air mataku
Kita terharu, seakan tiada bertemu lagi

Bersenang-senanglah,
kar’na hari ini akan kita rindukan,
di hari nanti,
sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah,
kar’na waktu ini akan kita banggakan,
di hari tua


Sampai jumpa kawanku
S’moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik, untuk masa depan

Bersenang-senanglah,
kar’na hari ini akan kita rindukan,
di hari nanti,

Mungkin diriku, masih ingin bersama kalian
Mungkin jiwaku, masih haus sanjungan kalian

 

Aku menyesal bertemu kalian. Aku menyesal menjadi bagian dari kalian. Aku menyesal menjadi warga PATUNGAN karena aku tahu KITA AKAN BERPISAH.

Perpisahan itu yang membuatku menyesali pertemuan yang terjadi di antara kita. Maafin semua salahku ya rek…

Aku sayang kalian…

Aku bener – bener sayang kalian…

Semoga kita semua lulus dengan nilai yang memuaskan ya rek…

Jangan lupain PATUNGAN. Jangan lupain SSOC. Jangan lupain drama IPDDN. Jangan  lupain semua kegiatan kita. Jangan lupain apa yang sudah kita torehkan selama ini.

No Comments Yet

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar