Bintang
‘Kan ku abaikan,
s’gala hasratku,
agar kau pun tenang dengannya
Ku pertaruhkan,
semua ragaku,
demi dirimu bintang
Biarkan ku menggapaimu,
memelukmu,
memanjakanmu
Tidurlah kau di pelukku,
di pelukku,
di pelukku
Biar ku tunda,
s’gala hasratku,
‘tuk miliki dirimu
Kar’na semua,
t’lah tersiratkan,
dirimu ‘kan milikku
Hingga kau mimpikan aku,
mimpikan kita,
mimpikan kita
Jangan pernah kau terjaga,
dari tidurmu,
di pelukanku
Dari Hati
Andai engkau tahu,
bila menjadi aku, sejuta rasa di hati
Lama t’lah ku pendam,
tapi akan ku coba mengatakan
Ku ingin kau menjadi milikku,
entah bagaimana caranya,
lihatah mataku, untuk memintamu
Ku ingin jalani bersamamu,
coba dengan sepenuh hati,
ku ingin jujur, apa adanya,
dari hati
Kini engkau tahu,
aku menginginkanmu, tapi tak’kan ku paksakan
Dan ku pastikan,
kau belahan hati, bila milikku
Menarilah bersama ku,
dengan bntang-bintang
Sambutlah diri ku,
untuk meme-lukmu
Belahan Jiwa
Lembut belaian kasih mu,
tak’kan terganti,
tak ada yang bisa seperti mu.
Aku disini sendiri,
berteman sepi,
terpisah jarak kau dan aku.
Hanya bayang mu yang menemani.
Kaulah, belahan jiwa ku,
kaulah, curahan hati ku,
kaulah, cahaya hidup ku,
kaulah, segalanya.
Rasa itu mungkin akan,
hadir kembali,
bila kau ada disini.
TEMANILAH AKU LAGI.
TAK’KAN PERNAH TERGANTI,
TAK ADA YANG BISA,
SEPERTI MU
Kaulah, belahan jiwa ku (x2)
Disatu Bintang Aku Menunggu
Jangan terlalu lama, kau, pergi dariku
Jangan terlalu jauh, kau, dari sisiku
Tak mampu ku menahan, rasa, rindu ini
Cepatlah, kau pulang
Jangan terlalu lama, kau, meninggalkanku
Jangan terlalu jauh, kau, dari pelukku
Tak sanggup ku berpisah, lagi, dari dirimu
Segeralah, kau pulang
Disatu bintang aku menunggu
Mencegatmu menuntaskan rindu
Disatu bintang aku menanti
Menanti engkau datang kembali
Jangan terlalu lama, kau, pergi dariku
Jangan terlalu jauh, kau, dari pelukku
Tak sanggup ku menahan, rasa, rindu ini
Cepatlah, kau pulang
Cinta Ini Membunuhku
Kau membuat, ku berantakan.
Kau membuat, ku tak karuan.
Kau membuat, ku tak berdaya.
Kau menolak ku, acuhkan diri ku.
Bagaimana, caranya untuk,
meruntuhkan, kerasnya hati mu.
Ku sadari, ku tak sempurna,
ku tak seperti, yang kau inginkan.
Kau hancurkan aku dengan sikap mu,
tak sadarkah kau telah menyakiti ku.
Lelah hati ini meyakinkan mu,
cinta ini, membunuh ku.
Lelah hati ini meyakinkan mu,
cinta ini, membunuh ku.
INGATKAH KAMU
Teringat akan masa lalu yang kita lewati
Terasa indah sejuk merasa di dalam sanubari
Walau duka sempat singgah
Hadapi bersama… Bahagia s’lalu dihatiku
Kini hilanglah sudah kisah, tinggal lah kenangan
SAAT DIA DATANG MENGHAMPIRIMU DENGAN SEGALA JANJI
Berikan sudah semua
Atas nama cintanya, Hapuskan cerita kita
INGATKAH KAMU SAAT KITA BERSEDIH
INGATKAH KAMU SAAT KITA BAHAGIA
INGATKAH KAMU JANJI BERSATU
Demi kasih sayang kita berdua
Menempuh hari esok berdua
Curhat
Kasih, dengar ceritaku,
tentang kegalauan hati yang meraja,
mengisi relung hati yang hampa,
pada diriku
Kasih, lihat diriku,
menatap sendu sedih air matamu,
kau berharap mengakhiri semua,
aku tak mau
tak ada seorang pun yang tahu,
betapa besar, rasa cintaku
Lihat kesungguhan diriku,
tapi kau tak ‘kan mengerti
Tulusnya cintaku,
tak pernah terbalas olehmu,
kau biarkan hati ini membeku,
kandas cintaku
Tulusnya cintaku,
tak pernah terbalas olehmu,
kau biarkan hati ini membeku,
oh kasihku
Tulusnya cintaku,
tak pernah tersadar olehmu,
kau biarkan kisah kita berlalu,
kandas cintaku
Tak ada seorang pun yang tahu,
tapi kau tak ‘kan mengerti
Tercipta Untukku
Menatap indahnya senyuman, di wajahmu
Membuat ku terdiam dan, terpaku
Mengerti akan hadirnya cin-ta terindah
Saat kau peluk mesra tubuhku
Banyak kata,
yang tak mampu ku ung-kapkan,
kepada dirimu,
Aku ingin engkau s’lalu,
hadir dan temani aku,
di setiap langkah,
yang meyakiniku,
kau tercipta untukku
s’panjang hidupku
Meski waktu akan mampu,
memanggil s’luruh ragaku
Ku ingin kau tau,
ku s’lalu milikmu,
yang mencintaimu,
s’panjang hidupku
Menjaga Hati
Masih tertinggal,
bayangan mu,
yang telah membekas,
di relung hati ku.
Hujan tanpa henti,
seolah pertanda,
cinta tak disini lagi kau t’lah berpaling.
Biarkan, aku menjaga, perasaan ini
Menjaga, segenap cinta, yang telah kau beri.
Engkau pergi, aku tak ‘kan pergi.
Kau menjauh aku tak ‘kan jauh.
Sebenarnya, diri ku masih,
mengharapkan mu.
Masih adakah,
cahaya rindu mu,
yang dulu selalu,
cerminkan hati mu.
Aku tak’kan bisa,
menghapus diri mu,
meski ku lihat kini kau diseberang sana.
Andai akhirnya,
kau tak juga kembali,
aku tetap sendiri,
menjaga hati.
Sejujurnya, diri ku masih,
mengharapkan mu.
Janji suci
dengarkanlah wanita pujaanku
malam ini akan kusampaikan
hasrat suci kepadamu dewiku
dengarkanlah kesungguhan ini
aku ingin mempersuntingmu
tuk yang pertama dan terakhir
jangan kau tolak dan buatku hancur
ku tak akan mengulang tuk meminta
satu keyakinan hatiku ini
akulah yang terbaik untukmu
dengarkanlah wanita impianku
malam ini akan kusampaikan
janji suci satu untuk selamanya
dengarkanlah kesungguhan ini
Akulah yang terbaik untukmu
Lirih
Kesunyian ini
Lirih ku bernyanyi
Lagu indah untukmu
Aku bernyanyi
Engkaulah cintaku
Cinta dalam hidupku
Bersama rembulan
Aku menangis~
Mengenangmu
S’gala tentangmu
Ku memanggilmu
dalam, hati, ini…
Engkaulah hidupku
Hidup dan matiku
Tanpa dirimu
Aku manangis~
Mengenangmu
S’gala tentangmu,
ku memanggilmu,
dalam hatiku
Aku bernyanyi
Mengenangmu
S’gala tentangmu
ku memanggilmu, oh…
dalam, hati, ini…
ku memanggilmu
dalam, hati, lirih…
Ku kenang dirimu
Cinta ‘kan Membawamu Kembali
Tiba saat mengerti, jerit suara hati
Letih meski mencoba
Melabuhkan rasa yang ada
Mohon tinggal sejenak, lupakanlah waktu
Temani air mataku, teteskan lara
Merajut asa, menjalin mimpi, endapkan sepi-sepi
Cinta ‘kan membawamu,
kembali disini, menuai rindu, membasuh perih
Bawa serta dirimu,
dirimu yang dulu, mencintaiku, apa adanya
Saat dusta mengalir, jujurkanlah hati
Genangkan batin jiwamu, genangkan cinta
Seperti dulu, saat bersama, tak ada keraguan
Aku Milikmu
Terdengar lirih bisikanmu,
diantara bayang-bayangmu
Terucap kata cinta, yang dulu tersimpan,
dan tak mau pergi
Sekejap cinta yang terjalin,
dan menjadi sebuah cerita,
yang tak mungkin terlupa, terukir dihati,
dan tak mau pergi…
Mungkinkah kumiliki,
cinta seperti ini lagi
Jangan biarkan aku,
kehilangan dirimu
Coba dengarkanlah sumpahku, (janji suci)
dari hati,
aku cinta kamu…
Jangan dengar kata mereka,
yang tak ingin kita satu,
yakinkan aku milikmu,
aku milikmu
Jalinan cinta tulus suci,
terpadu terikat erat,
Jangan terpisah lagi,
waktu kan menguji,
cinta kita berdua
Coba dengarkanlah sumpahku, (janji suci)
dari hati, (dari lubuk hati)
aku cinta kamu (aku cinta kamu)
Jangan dengarkan kata mereka,
yang tak ingin kita satu,
yakinkan aku milikmu,
aku milikmu
Lagu Rindu
Bintang malam katakan padanya,
aku ingin melukis sinarmu, di ha-tinya
Embun pagi katakan padanya,
biar ku dekap erat, waktu dingin membelenggunya
Bintang malam sampaikan padanya,
aku ingin melukis sinarmu, di ha-tinya
Embun pagi katakan padanya,
biar ku dekap erat, waktu dingin membelenggunya
Tahukah engkau wahai la-ngit~
Aku ingin bertemu membelai wajahnya
‘Kan ku pasang hiasan, angkasa yang terindah,
hanya untuk dirinya
Lagu rindu ini ku ciptakan,
hanya untuk bidadari hati-ku tercinta
Walau hanya nada sederhana,
ijinkan ku ung-kap segenap rasa, dan kerinduan
Terima Kasih Cinta
Tersadar, didalam sepi ku,
setelah jauh melangkah.
Cahaya kasih mu, menuntun ku,
kembali dalam, dekap tangan mu.
Terima kasih cinta,
untuk segalanya,
kau berikan lagi,
kesempatan itu.
Tak akan terulang lagi,
semua…
kesalahan ku,
yang pernah menyakiti mu.
Tanpa mu, tiada berarti,
tak mampu lagi berdiri.
Karena ku sayang kamu
Seandainya, kau ada disini denganku,
mungkin ku tak sendiri
Bayanganmu, yang selalu menemaniku,
hiasi malam sepiku
Ku ingin bersama dirimu
Ku tak akan pernah, berpaling darimu
Walau kini, kau jauh dariku
‘kan s’lalu ku nanti, karena, ku sayang kamu
Hati ini, selalu memanggil namamu,
dengarlah melatiku
Ku berjanji, hanyalah untukmu cintaku,
takkan pernah ada yang lain
Adakah rindu dihatimu, seperti rindu yang ku rasa
Sanggupkah ku terus terlena, tanpamu di sisiku,
ku ‘kan s’lalu menantimu
Peri kecilku, maafkan semua kesalahanku ya… Aku harap kamu tetap jadi peri kecil yang selalu mendampingiku… Selamanya…
Aku akan tetap pegang janjiku dan aku juga akan mencoba menepati semua janji yang pernah aku ucapkan…
Terbanglah peri kecilku… Terbanglah bersamanya… Seandainya kau ingin pulang,pintu itu masih terbuka buat kamu… Selamat jalan peri kecilku…
1 Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar

hhi, dedew mw nanya , sypa yang bikin blog niy siy? dalem bgt ky ny…
tapi kita snasib qoq